Kematian adalah Kawan Bukan Lawan

Kematian bukan seperti jadwal tiket yang bisa diubah
Kematian tidak bisa kita pastikan pun sebuah kelahiran
Kematian menjemput kapanpun, dimanapun, siapapun
Waktu kita siap atau tidak siap

Tak ada yang bisa diatur
Tak ada yang bisa direncanakan
Dugaan, prediksi, dan ambisi bisa salah, direkayasa, bahkan dimanipulasi
Namun kematian berbeda

Ia tak bisa dilawan
Ia tak bisa ditahan
Ia tak bisa ditolak

Kematian hanya bisa dijadikan kawan
Kawan untuk menolong ‘tuk selalu mawas diri
Kawan untuk memberi dorongan ‘tuk berkarya
Kawan untuk menjadi pengingat bahwa segala sesuatu ada batas akhirnya

Hidup kita cepat atau lambat akan berakhir
Kekasih hati, orang yang kita cintai, bahkan milik yang paling berhargapun, kekuasaan, kebesaran manusia dalam hal apapun
Suatu saat akan sirna…

Mari terus lihat kehidupan, berdampingan dengan kematian
Ada hidup, ada mati, ada keberhasilan, ada kekalahan, ada pesta pora, ada ratap tangis duka…

Semua ada waktunya begitu kata Kitab Pengkotbah
Kematian tidak mengenal tempat, waktu, status, suku, pun agama
Semua pasti akan mati, semua bisa mati, dan semua harus mati

Satu hal yang perlu dipastikan adalah: “kemana kita akan melabuhkan hayat kita setelah melewati batas kehidupan dan kematian?”
“Kemanakah jiwa kita akan pergi?”

Sang Guru Agung berkata, “di rumah BapaKu banyak tempat tinggal”
Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup yang Sejati, sudah mengatakannya
Pertanyaannya, “apakah kita percaya kepadaNya?”
atau “kepada siapa kita mempercayakan hidup dan mati kita selain kepadaNya?”

Murid Sang Guru Agung juga pernah berkata, “karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan, jika aku harus memilih aku terlebih suka bersama-sama denganNya dalam kekekalan, tapi jika aku harus hidup, aku harus menghasilkan buah”

Mari jadikan kematian kawan, bukan lawan, karena tidak ada yang bisa melawannya

Surabaya, 18 Juli 2014 #refleksijatuhnyapesawatMH17

Kepada seluruh keluarga korban, simpati terdalam bagi rekan-rekan sekalian, semoga Sang Pencipta Kehidupan, menguatkan kita semua dalam kehilangan yang tidak mudah diterima ini..

 

Andi Oktavian Santoso