Satu Bumi, Satu Peradaban, Satu Indonesia

Garuda Pancasila

Kita adalah satu
Dulu kita tercerai-berai
Kita berjuang dalam lokalitas, suku-is-me, bahkan menolak yang lain

Tapi pendahulu kita sadar
Bahwa untuk menjalani hidup
Kita tidak bisa berjalan sendiri
Kita lahir, hidup dan menginap di tempat yang sama

Untuk itulah Sumpah Pemuda lahir
Untuk itulah Garuda Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika bertengger

Pendahulu kita sadar, kita sesama anak bangsa, lahir di Bumi Pertiwi
Tidak peduli apa warna kulitmu, apa warna darahmu?
Nadi kita tetap sama, berdegup, hati kita sama, kita manusia yang menumpang di bumi ini

Bumi ini bukan milik kita
Pun negeri ini bukan milik kita
Kitalah yang dimiliki Indonesia
Indonesialah yang melahirkan kita

Bumi ini jualah yang memunculkan keberadaan kita
Sang Pencipta Langit Bumilah yang merenda dan menenun kita

Kita semua, rakyat Indonesia, berasal dari rahim yang sama
Kita berasal dari sini, satu bumi, satu peradaban, satu bangsa: Indonesia

Tidak ada yang lain, dan mari kita tidak menjadi orang lain
Mari bangga menjadi Indonesia yang berbeda tetapi tetap satu

Yang beragam, tidak seragam, mengamalkan agama dan keyakinan kita masing-masing tanpa menyeragamkan yang satu dengan yang lain

Kita berbeda, memang, tidak bisa dipungkiri, apalagi diakhiri
Kita ada, di satu bumi, satu peradaban, satu Indonesia

Mari belajar memanusiakan yang satu dengan yang lain
Selama kita masih bisa disebut: insan yang ilahi, bukan hewani

Salam Indonesia Raya! # 25 Juli 2014

Andi Oktavian Santoso