Faith, Hope and Love

Beberapa waktu yang lalu, saya diundang untuk melayani Kebaktian Natal Pemuda di Jakarta, tema yang diberikan sungguh menarik hati saya: Living in Faith, Hope and Love. Mengapa tema ini sangat berkesan di hati saya? Bukan kebetulan kalau ternyata kata Faith, Hope dan Love, sangat terkait dalam hidup saya.

Tahun 2008, kami dikaruniai puteri pertama kami, dan dalam pergumulan untuk mencari nama akhirnya Tuhan memberi hikmat untuk memberi nama Phoebe Faith Liem. Karena waktu itu, isteri saya sempat mengalami pendarahan di minggu-minggu kehamilan awal, dan waktu itu kami sedang berencana untuk berangkat ke Jerman dalam tugas pelayanan dalam sebuah Youth Rally.

So, keberangkatan kami adalah keberangkatan karena iman, karena usia kehamilan isteri saya belum 3 bulan. Akhirnya oleh anugerah Tuhan semua pelayanan dan perjalanan kami berjalan dengan lancar. It’s a faith journey… 

Tahun 2009, dalam pergumulan gereja kami yang mengerjakan renovasi di lokasi baru, hati saya juga cukup bergumul bagaimana dengan semua proses renovasi, dan bagaimana keadaan kami setelah pindah dll? Ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiran saya, “bagaimana dengan masa depan kami di tempat yang baru?”, “Bagaimana kami harus menyelesaikan dan memulai semuanya di tempat yang baru?”

Akhirnya dalam permenungan dan keheningan, Tuhan menjawab doa kami, ternyata isteri saya hamil… Hingga akhirnya, dalam refleksi kami, kami memutuskan untuk memberi nama anak kami dengan nama tengah Hope. Puji Tuhan, bulan Juni 2010, puteri kedua kami lahir, dan namanya adalah Chloe Hope Liem. Akhirnya kamipun belajar untuk menaruh pengharapan kami kepada Tuhan dan bukan kepada situasi ataupun kondisi apapun.

Saat anak kedua kami lahir dan nama tengahnya adalah Faith and Hope, beberapa rekan langsung memberikan komentar-komentar, “wah… berarti harus punya anak satu lagi dan namanya adalah Love. ” Hati sayapun tersenyum, dan dengan nada halus saya jawab… “hmm terima kasih, saya rasa sudah cukup, karena saya sudah punya Love:))

Mengapa saya tersenyum dan bernafas lega? Karena usul punya usul, isteri saya menjelaskan bahwa nama Chinesse isteri saya adalah Thuan Ai Chia. Ai adalah Love:) So lengkap sudah: Faith, Hope and Love:)

Dalam renungan kotbah Natal itu, saya menjelaskan bahwa Faith, Hope dan Love, adalah sebuah trilogi, kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya ada untuk saling melengkapi, ketiganya bersatu-padu melakukan tarian-tarian indah kehidupan, di tengah-tengah segala tantangan, himpitan permasalahan, dan dunia yang tanpa kasih sayang: Iman, Pengharapan dan Kasih hadir untuk menyejukkan dunia, memberi ketenteraman hati, memberi kepastian kepada yang galau, ragu akan masa depan mereka.

Apakah arti Faith, Hope and Love, di tengah-tengah situasi dunia yang makin tidak jelas arah, dan semua tragedi-tragedi kehidupan yang menerpa kita?  Saya sangat diberkati dengan istilah FAITH yang diberikan oleh Nick Vujijic, seorang motivator muda, tanpa lengan dan tungkai dalam bukunya Life without Limit. FAITH adalah Full Assurance In The Heart.

Sungguh menarik mengikuti kisah hidup Nick, yang lahir dalam kondisi dan keadaan yang jauh dari kacamata “sempurna”.  Di dalam keyakinan yang kokoh, terus-menerus bahwa hidupnya akan berguna, walaupun ia tidak bisa melihat ada hal-hal baik akan terpancar dalam hidupnya.

Ia telah belajar mempunyai iman, yang sekalipun kecil, iman itu tumbuh bak benih yang kian mekar, hingga akhirnya ia mencapai tahap kehidupan yang luar biasa, berkeliling dunia membangkitkan iman, harapan dan kasih bagi banyak orang.

Bagaimana dengan Hope? Beberapa waktu yl, saya menemukan istilah HOPE yang berarti Have Only Positive Expectation. Luar biasa, ternyata pengharapan adalah memiliki ekspektasi-ekspektasi yang positif. Di tengah-tengah banyaknya pesimisme, ketiadaan harapan, hopeless state of mind, situasi yang berubah memburuk baik dalam aspek ekonomi global, politik global maupun masalah-masalah nasional di Indonesia, hope memberi kita angan-angan yang positif, spirit harapan yang positif, melihat segala sesuatu bukan dalam kacamata negatif, tapi positif, melihat ancaman sebagai peluang.

Saya belajar bahwa, menyadari kebaikan Tuhan, adalah starting point yang sangat penting, in everything God is good, in every situations, God is always good. Bagaimana menatap tahun 2012? Harapkanlah yang terbaik akan tiba, bagaimanapun keadaannya.

Bagaimana dengan LOVE? Hmm, saya belum menemukan kepanjangannya:) Namun di tengah-tengah dunia yang semakin krisis kasih sayang, penuh kedengkian, kebencian, dan pertikaian antar agama, ras, golongan dan kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Kisah perseteruan suami isteri, rekan bisnis, dll, saya diteduhkan dengan sebuah puisi tentang Kasih yang saya baca hari ini.

Puisi ini menjadi doa saya yang rindu saya bagikan kepada rekan-rekan pencinta kehidupan, bahwa ada sebuah jawaban, ada sebuah harta, ada sebuah hikmat yang tidak terbatas yang akan memberi kita kedamaian, dan kebahagiaan yang sejati, di tengah-tengah dunia yang makin suram, kekuatan kasih yang sejati….

Hanya Cinta…

Saling mengasihilah kini, pada malam, dan siang hari

pada musim dingin dan musim panas…

Anda berada di dunia untuk hal itu dan

selain hal itu adalah segala sesuatu

yang tidak penting, ilusi dan kesia-siaan.

Hanya ada satu ilmu pengetahuan yaitu kasih,

satu kekayaan yaitu kasih,

hanya satu kebijaksanaan yaitu kasih.

Saling mengasihi adalah semua hakikat hukum dan ajaran para nabi.

~ Anatole France

Selamat Tahun Baru 2012 kawan

Mari genggamlah iman, harapan dan kasih

Love life live love!

Kutisari, 2 Januari 2012

Christopher Andios

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s