Tagged with Perjalanan Hidup

Bencana Merapi dan Solidaritas Sosial

Tanggal 10-11 November yl, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Merapi dan secara khusus boleh melihat secara langsung posko-posko Pengungsi di Boyolali, Muntilan dan sebagian wilayah Jogjakarta. Tidak terbayangkan Jalan Raya Jogja-Magelang disana sini tampak pemandangan penuh abu vulkanik Merapi. Suasana yang berbeda drastis yang saya saksikan bulan Agustus lalu, sawah nan hijau berubah menjadi ladang sawah … Continue reading »

R.I.N.D.U

Beberapa hari yang lalu, aku menjemput dua teman yang datang dari Malaysia, untuk transit menuju Jawa Tengah. Di lobby kedatangan Internasional Juanda Airport, aku  mengamati para pengunjung yang datang berjubel memenuhi ruang tunggu. Bandara itu jadi teramat penuh sesak. Satu fenomena yang seringkali menarik perhatianku adalah, banyaknya keluarga, handai tolan, bapak, ibu, beserta anak, dan … Continue reading »

Pesimis vs Optimis

“A pessimist sees calamity in every opportunity. An optimist sees an opportunity in every calamity”. ~ Winston Churchill Di dunia ini ada dua jenis manusia, yang pertama adalah adalah menusia yang selalu melihat kemustahilan di dalam setiap kesempatan, dan manusia kedua, adalah manusia yang selalu melihat peluang di tengah-tengah kemustahilan. Ya, mereka ada di tengah-tengah … Continue reading »

Jadi Bapak (lagi)

Puji Tuhan, tidak terasa, 13 hari sudah saya dan isteri mengalami hari-hari baru semenjak kelahiran puteri ke-2 kami Chloe Hope Liem pada tanggal 22 Juni yl. Sungguh moment yang sangat mendebarkan tatkala, hari itu, kami harus menanti detik-detik kelahiran Chloe walau lewat operasi. Singkat cerita, sekitar pukul 11.30 saya dipanggil suster dan tampaklah di depan … Continue reading »

Pendeta Juga Manusia

Beberapa hari yang lalu saya menerima telepon dari seorang yang karena satu dan lain hal menelepon saya, dari nada bicaranya saya menangkap ada nada kemarahan yang dipendam… jujur  waktu itu saya juga sedang tidak siap dengan sikap seperti itu, sehingga saya bertanya, “maunya Bapak apa?” (maksud saya bertanya, maksud Bapak apa menelepon saya?) Sontak mendengar … Continue reading »

Belajar Flexible

Minggu ini saya belajar tentang menjadi flexible dalam perencanaan waktu dan kegiatan. Hari Rabu ini sebenarnya saya berencana untuk pergi ke Semarang, bertemu dengan keluarga sejenak dan mencoba untuk berbagi telinga dan berempati kepada adik tercinta yang sedang bergumul dengan suatu masalah. Dan hari Jumat ini saya berencana untuk pergi ke Jogja mengikuti rapat Sinode … Continue reading »

Tulisan apa yang akan ditulis orang di batu nisan kita?

Pertanyaan tentang, “tulisan apa yang orang lain akan tulis di batu nisan kita?” pernah terngiang di dalam pikiran saya ketika saya membaca sebuah buku, berjudul TRACE program yang ditulis oleh Dr. Robby Chandra, seorang pakar dan pembicara tentang Kepemimpinan. Di dalam buku itu diceritakan bahwa salah satu cara untuk menolong kita menemukan visi dalam hidup … Continue reading »

Langkahkan Kakimu

Berat memang diri berkata, “aku harus pergi” Tinggalkan sejenak keluarga’ tuk tuju ke negeri seberang Angan, impian dan gejolak hatiku bercampur menjadi satu Serasa melayang hendak hentikan langkahku…

Suatu saat dalam hidupku

Suatu saat dalam hidupku… Kubertanya apa artinya semua ini? Mengapa hidupku tiada pernah lega? Semuanya kelu, bimbang, resah dan pekat Tak ada yang mampu menjelaskannya Siapakah aku? Ada apakah dalam diriku? Hati ini kelam, keras dan membatu Yang terlontar hanyalah Aku, diriku, untukku, bagi kesenanganku Yang terucap hanyalah, “ah mengapa semuanya harus kualami”? Setiap hari … Continue reading »

It’s all about Him

Masih teringat jelas di telinga saya pengajaran dari Pdt. Graham Roberts di ruang kelas STT Cipanas tentang Marriage and Family pada tahun 2004 yl, bahwa pernikahan adalah ide Allah, bukan ide manusia. Satu pernyataan beliau yang kemudian saya ingat jelas bahwa, ” pernikahan adalah sebuah proses perjalanan seumur hidup berdua menuju pertumbuhan karakter di dalam … Continue reading »