Letakkan Senjatamu!

Engkau kekar, kelihatan jantan ketika memegang bedil itu
Engkau kelihatan beringas, hendak menarik pelatuk revolvermu
Engkau terlihat angkuh, tak rikuh, siap menembaki sesamamu

Tidakkah mereka adalah saudaramu?
Tidakkah mereka sama sepertimu?
Tidakkah mereka punya keluarga, anak, isteri dan orang tua?
Tidakkah mereka juga manusia sepertimu?

Mengapa engkau marah dan menjarah?
Mengapa engkau gundah dan mencurahkan darah?
Mengapa engkau geram dan menikam?
Mengapa engkau memakai simbol-simbol kecongkakan berbau militerisme?

Entah engkau sedang berjuang untuk alasan apapun
Membunuh adalah sebuah kekejian
Mengambil nyawa orang adalah kelaliman
Memperkosa adalah kejahanaman
Membantai orang tak bersenjata adalah kebinatangan

Binatangpun tak sekejam engkau
Mereka tak bersenjata, pun hanya taring, kuku, dan tanduk untuk membela diri
Sedangkan engkau, dengan senjatamu itu, engkau terlalu sombong

Beranikah kau letakkan semua senjata yang menutupi ketakutanmu?
Beranikah kau menggunakan cara-cara damai memperjuangkan kebenaranmu?
Beranikah kau melepaskan semua aksi-aksi kekerasanmu, yang menutupi rasa malumu?
Beranikah kau buang semua selongsong peluru, bahkan rudalmu, dan kau hancurkan gudang-gudang senjatamu, dan menggunakan tangan kosong dan otak yang berisi untuk berdialog?

Mencari penyelesaian secara damai?
Berbicara empat mata dengan orang yang kau anggap musuh?
Berbicara dengan hati nuranimu? Bukan dengan beringasmu?

Aku ada disini, dan masih akan ada disini, menanti keberanianmu, untuk berbicara dan menyelesaikan segala persoalan dengan keberanian seorang manusia sejati

Dengan tangan kosong, dengan selongsong yang kosong, namun dengan otak dan nurani yang terisi dengan kebenaran, keadilan, kedamaian dan solidaritas sesama manusia yang menumpang di bumi ini

Mari letakkan senjatamu dan kita berbicara…, berani? Tunjukkan nyalimu!

Surabaya, 3 Agustus 2014

Puisi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi kekerasan di Gaza, Irak, dan Siria (baik oleh tentara Israel, Hamas, maupun ISIS), dengan alasan apapun, segala bentuk pembunuhan adalah kekejian, perang tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Mari kita dukung segala upaya damai terhadap setiap konflik-konflik yang ada, mari dukung gencatan senjata, dan upaya dialog untuk menyelesaikan masalah.

Damai di bumi, damai di hati

Andi O. Santoso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s