The Power of Blusukan Jokowi di Papua

“Terima kasih, Papua. Empat malam yang berkesan berada di Tanah Papua. Mulai dari Merauke, terus naik sedikit ke Wamena, di sini listrik mati terus. Lalu ke Timika, Sorong, Raja Ampat dan Sorong Selatan. Semakin sering saya ke tanah Papua, semakin saya percaya bahwa Papua memang surga kecil yang diturunkan ke bumi, semakin tahu masyarakatnya baik-baik dan ramah-ramah” ~ Presiden Jokowi (Sumber: FB Page Resmi Presiden Joko Widodo)

Sungguh menarik mengikuti berita tentang kunjungan resmi Presiden Jokowi ke Tanah Papua selama empat malam untuk melewatkan pergantian tahun 2015 menuju tahun 2016. Foto-foto resmi kunjungan Jokowi di Papua, dengan berbagai mimik, gimmick dan momentum, telah memberikan suasana yang sangat menyejukkan.

Masih terngiang-ngiang kasus #papamintasaham, dan juga tarik ulur rencana perpanjangan kontrak Freeport yang konon akan habis pada tahun 2019, dan hiruk pikuk berita-berita panas selama 2015, dimana semua publik dibuat geram, panas-dingin dengan situasi yang terjadi di Papua. Belum lagi rentetan peristiwa konflik TNI dengan para pejuang penegakkan kemerdekaan Tanah Papua, yang seringkali menimbulkan korban.

Maka, blusukan Presiden Jokowi kali ini ke Papua, adalah sebuah kunjungan spesial yang mendinginkan suasana, sangat menentramkan hati. Kata blusukan secara etimologi berasal dari bahasa Jawa, berasal dari kata dasar blusuk ‘masuk’ dan akhiran –an (afiks verba) yang berarti ‘masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu’ (Sumber: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/apa-arti-kata-blusukan-yang-sebenarnya). Kehadiran Presiden Jokowi ke Tanah Papua kali ini, benar-benar membawa secercah harapan bagi masa depan Papua, sebagai bagian integral dari Indonesia. Apa arti penting blusukan Jokowi di Papua?

Saya melihat setidaknya, ada 3 arti penting blusukan Jokowi ke Papua:

  1. Presiden Jokowi ingin menegaskan bahwa Papua adalah bagian penting dari Indonesia, dan menunjukkan empati terdalam sebagai daerah yang seringkali dianak-tirikan, mengalami ketidakadilan sosial dan sebagai masyarakat yang terpinggirkan. Kehadiran Presiden Jokowi ingin menyatakan bahwa Papua bukan sekedar penghasil emas yang kita kenal, dimana kekayaan alamnya banyak dikeruk untuk kepentingan Freeport dan pemegang sahamnya, sementara kekayaan alam dan SDM-nya sangat tertinggal. Kehadiran Presiden Jokowi kali ini, meresmikan Pabrik Sagu Sorong, juga mendukung program TNI yaitu membangun jalan darat adalah upaya langsung untuk mendekatkan diri antara Pemerintah pusat, dengan Pemerintah Daerah, dan Seluruh Tokoh-tokoh Adat serta Pemimpin Agama Papua. Jokowi ingin menegaskan empati serta simpatinya sebagai seorang Pemimpin, bahwa Papua sungguh memiliki peranan penting dan sumbangsih nyata bagi keberadaan bangsa Indonesia seutuhnya.

  2. Blusukan Presiden Jokowi ke beberapa wilayah Papua, termasuk menyaksikan detik-detik pergantian tahun di Raja Ampat, bahkan menyatakan bahwa Papua adalah seperti Surga kecil di Bumi adalah ungkapan makna mendalam yang seolah-olah mengatakan, bahwa Papua adalah harapan kita semua. Papua adalah masa depan Indonesia. Papua adalah secercah mentari yang terbit di Ufuk Timur, yang sinarnya jangan pernah kita lupakan. Kehadiran Presiden Jokowi kali ini, adalah penegasan akan kekayaan serta keindahan Papua sebagai bagian erat dari Indonesia. Papua harus memancarkan sinar pengharapan ke seluruh Indonesia bahkan dunia.

  3. Blusukan Presiden Jokowi ke Papua, adalah perwujudan nyata kehadiran seorang Pemimpin yang Penuh Toleransi dan Adil. Kehadiran Presiden Jokowi selama 4 malam, ingin memberikan sentuhan hangat Pemimpin yang Peduli, Pemimpin yang Mengayomi, Pemimpin yang Hadir di dalam dalam perjuangan seluruh masyarakat Papua untuk membangun dirinya, dan mengembangkan potensinya, secara khusus SDM-nya, yang sejatinya adalah putera-puteri emas Indonesia. Inilah wujud kehadiran yang membawa sukacita, membangkitkan harapan, memberi kesejukkan serta menghadirkan kedamaian, bukan hanya bagi Papua, namun juga Indonesia.

Terima kasih Pak Jokowi untuk teladan ‘blusukan’ Anda yang menginspirasi, tanpa pamrih dan konsisten. Tidak peduli di gang-gang, di pelosok Nusantara-pun Engkau hadir: dari Sabang sampai Merauke. Salam Indonesia Raya! Salam Indonesia Jaya!

Blusukan adalah sentuhan langsung seorang Pemimpin yang menunjukkan empati, simpati, solidaritas, solusi, pengharapan dan inspirasi bagi yang dipimpinnya. Seorang Pemimpin yang benar-benar hadir di tengah-tengah orang yang dipimpinnya adalah seorang Pemimpin Sejati. Bagi saya Presiden Jokowi adalah teladan emas Pemimpin Indonesia, bahkan dunia” ~ Andi O. Santoso #leaderseed

Surabaya, 2 Januari 2016

Andi O. Santoso

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s