Seorang Diri

Seorang diri, Ia menyongsong kematian-Nya…

Seorang diri, Ia bergumul di Getsemani, sementara yang lain tertidur

Seorang diri, Ia gemetar, hati-Nya pedih, seperti mau mati rasa-Nya

Seorang diri, Ia berkata, “seandainya boleh, biarlah cawan ini lalu”

Seorang diri, Ia berseru, “bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu”

Seorang diri, Ia akhirnya ditangkap, dicerca, dicaci maki, diludahi…

Seorang diri, Ia dihakimi, disiksa, dicambuk, dimahkotai duri

Seorang diri, Ia menanggung perih, derita, kesakitan yang luar biasa

Seorang diri, Ia harus memikul salib itu

Seorang diri, Ia berjalan perlahan, menuju Golgota, Bukit Tengkorak

Seorang diri, Ia dipakukan di kedua tangan-Nya, kaki-Nya…

Seorang diri, Ia ditikam lambung-Nya

Seorang diri, Ia tergantung di kayu salib, walau disandingkan dengan dua penyamun di sisi-Nya

Seorang diri, Ia berteriak, “Allah-Ku Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Seorang diri, Ia menahan perih dan berkata, “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”

Seorang diri, Ia berkata, “Aku haus”

Seorang diri,  Ia menarik nafas terakhirnya dan berkata, “sudah selesai, tetelestai

 

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu” I Petrus 2: 24-25

Mari kita terus berjalan mengikuti jejak-Nya, walau ada kalanya kita juga diperhadapkan situasi, seolah-olah kita seorang diri: di dalam perjuangan iman kita, di dalam pergumulan kita melewati masalah-masalah hidup, sakit-penyakit dlsb. Biarlah kasih karunia dan teladan Kristus, akan memampukan kita menghadapi segala badai hidup, walau terkadang kita harus berjalan seorang diri…

Mari kita mengingat bahwa Ia telah menanggung segalanya di salib itu. Ia telah menyelesaikan segalanya bagi kita. Mari terus berjalan dengan mata yang terarah kepada-Nya semata dan berjalan bersama-Nya sampai akhir, Ialah Sang Gembala Agung dan kita adalah domba-domba-Nya. You Never Walk Alone Anymore!

 

Selamat Merayakan Jumat Agung dan Paskah,

Sompok Lama, 24 Maret 2016

 

Andi O. Santoso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s