Sangkar

SangkarBeberapa waktu yl, ada seorang kolega datang ke kantor saya. Beliau saya ajak berbincang-bincang tentang pelayanan di daerahnya. Singkat cerita saya mengajukan beberapa pertanyaan pendahuluan, hingga akhirnya beliau membagi sebuah kesaksian. Dulu beliau adalah pekerja di lapangan dan banyak terlibat di dalam pelayanan pemberdayaan masyarakat.

Singkat cerita beliau mengisahkan bahwa semenjak beliau masuk ke pelayanan penggembalaan (melayani sebagai Gembala Jemaat), spirit “blusukan” nya jadi hilang. Dulu sering berkeliling ke daerah-daerah, namun saat ini beliau merasa waktunya terbatas, dan hanya berkutat di dalam saja.

Namun, tidak lama kemudian beliau menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu, beliau diminta untuk melayani seorang anak dari temannya yang kesurupan dari desa sebelah, dan konon banyak “ahli-ahli”, dukun dlsb yang sudah dipanggil untuk menolongnya, pada kelimpungan. Beliau dan isterinya diminta untuk mendoakan dan alhasil pemudi ini dipulihkan. Spirit-nya mulai bangkit, ternyata ada sesuatu yang mereka bisa lakukan ketika keluar dari rutinitas sehari-hari di dalam gerejanya.

Sayapun mengangguk, tersenyum, dan beliau tidak lama menanyakan pertanyaan ini, di akhir kesaksiannya:

Kawan A: “Iya pak, dulu saya rajin keliling ke daerah-daerah, menjumpai orang-orang yang membutuhkan, dan saya begitu efektif. Tapi kenapa ya pak, sekarang, semenjak saya melayani di gereja lokal, kok spirit saya hilang. Namun bersyukur, beberapa hari yang lalu, saya dibangkitkan kembali semangat saya dengan kejadian tersebut (kesaksiannya melayani perempuan yang kerasukan)”.

Saya: “Ok pak, di dalam hati sambil mikir, jawaban apa yang bisa saya berikan… ” Sontak saya menanyakan pertanyaan ini kembali: “pak, menurut Bapak, burung itu bisa terbang gak ya kalau lagi di dalam sangkar?”

Kawan A: “ya jelas gak bisa pak… Burung hanya bisa terbang bebas di luar sangkar…”

Saya: “Nah itu dia pak… 🙂 Bapak sudah menemukan jawabannya”

Kawan A: “terima kasih pak, untuk pencerahannya”

Saya: “sama-sama pak, senang berdiskusi dengan Bapak…”

Iapun segera pamit pulang, dan dengan senyuman, saya berkata, “selamat melayani, dan terbang bersama-Nya”

Semarang, 22 April 2016

Andi O. Santoso

‪#‎WalkingwithGod24‬/7
‪#‎InsideOut‬
‪#‎TeologiKaumAwam‬
‪#‎leaderseed‬
‪#‎coaching‬
‪#‎andiosville‬
@andiosville

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s