Seorang Laskar dan Debt Collector Berjumpa dengan Kristus

kiman-inner-repentance-hidup-katolik

 

 

 

 

 

 

Dua hari yl, saya bersyukur boleh berjumpa dan berkenalan dengan seorang Bapak dari Ambon, sebutlah Bung Kris (samaran.red), yang menjemput seorang temannya di kantor kami.

Seperti biasa saya menyambut hangat orang-orang yang datang ke kantor kami layaknya rekan seperjalanan di dalam ziarah kehidupan.

Setelah beberapa saat bercakap-cakap, beliau mulai menceritakan kisah hidupnya. Btw, dia saat ini sedang studi Teologi di sebuah STT di Salatiga.

Bung Kris ini dulunya adalah seorang Debt Collector pengikut John K** yang tersohor di Jakarta. Ia dulu hidup bergelimang harta dan semua surga dunia.

Mengapa ia sampai di Jakarta? Rupanya jauh sebelum ia menikmati hidup sebagai Debt Collector ia adalah seorang Laskar S****, pada waktu kerusuhan Ambon sekitar tahun 1999.

Beliau menceritakan betapa kerusuhan by design tersebut telah meluluhlantahkan kehidupan mereka yang basodara satu sama lain. Sebuah peristiwa yang sangat tragis.

Singkat cerita, untuk meredam masa lalunya yang kelam tersebut, ia hijrah ke Jakarta. Di kota Metropolitan itulah, ia menjadi seorang Debt Collector yang disegani, yang berjibaku di dunia persilatan. Bergelimang harta, namun pada saat yang sama mulai terikat dengan narkoba dlsb.

Hingga suatu ketika… ia berkisah, pada suatu malam ia mengalami sakaw hebat, ia tergeletak lemah tak berdaya… Dalam kelemahan tubuh, dalam ketidakjelasan tentang arti hidup, dalam keputusasaan, dalam kegelimangan dosa dan nikmat dunia… Ia merindukan kasih dan kedamaian yang sejati… Ia berteriak kepada Allah, memohon pertolongan-Nya.

Singkat cerita, ia datang kembali kepada Kristus Sang Pencipta Kehidupan, Penguasa Jagad Raya, Pribadi yang sama yang menjumpai seorang Saulus dalam perjalanan ke Damsyik itu, dan mengubahnya menjadi seorang Paulus yang berkobar-kobar di dalam melayani Yesus seumur hidupnya.

Bung Kris, pada akhirnya menemukan secercah terang di dalam hidupnya. Ia segera bergegas mengambil keputusan untuk meninggalkan semua masa lalunya, ia menyerahkan hidupnya kepada Raja Diraja. Iapun pergi belajar untuk dididik menjadi pelayan Kristus. Ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus sepenuhnya.

Saya kagum kepada Allah ketika mendengar dan menyimak kisah pertobatannya. Saya memuji-Nya di dalam hati. Saya bersyukur betapa Allah sangat mencintai anak-anak-Nya, siapapun kita, bagaimanapun masa lalu kita, seburuk apapun kita… Ia membuka jalan bagi yang membutuhkannya. Ia mengasihi kita apa adanya.

Ia memberikan cinta sejati kepada siapapun yang mencarinya. Ia menyedihkan kedamaian dan ketenteraman yang sejati bagi yang memerlukannya. Semua itu hanya sejauh: kemauan dan hati yang terbuka lebar kepada uluran tangan kasih-Nya yang berlubang paku…

Terima kasih untuk kesaksian hidupmu Bung Kris, aku memuji Tuhan melihat karya-Nya yang ajaib di dalam hidupmu. Sampai jumpa di ladang pelayanan-Nya yang menguning dan siap dituai.

Trust me, the Gospel works.

Semarang, 24 April 2016

Andi O. Santoso

‪#‎WalkingwithGod24‬/7
‪#‎ItsAllAboutHim‬
‪#‎TeologiKaumAwam‬
‪#‎GraceAlone‬
‪#‎andiosville‬
@andiosville

Picture taken from http://www.hidupkatolik.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s