G U S U R E N

Aku tahu, aku tak berdaya kala sang buldozer itu melumat rumah remang-remang yang berkarat itu

Aku tahu, aku tak berkutik kala aparat dan semua kaum pelaksana membongkar bilik-bilik yang jadi tempat perteduhanku

Aku tahu, teriak dan tangisku mungkin tak akan bisa mengubah kenyataan hidupku, aku harus pindah… di-RELOKASI

Ya, selama kaki dan tubuh ini menjejak ke tanah, bumi, milik bersama ini, tak ada kata: milikku, tanahku…

Hidup di dunia ini ibarat nge-kost, ngontrak, nebeng, sementara…

Aku tahu, kebenaran harus ditegakkan, keadilan harus diberdirikan

Silahkan laksanakan tugasmu hai para pemimpin… yang katanya merakyat…

Aku tahu, aku tak bisa berbuat banyak… aku sekarat…

Gusuren… aku siap menyingkir… aku siap tersingkir… aku siap ke pinggir…

Apakah kita bisa tertawa? Apakah kita yang tak tersisih juga bisa tersenyum? No, lihatlah di gedung-gedung kantor pajak itu…

Kaum berduit, kaum pengusaha, kaum konglomerat dan semua orang yang katanya borjuis… juga ikut antri… menebus dosa… amnesti dan repatriasi…

Lalu siapakah kita?

Ya, kita adalah kaum belantara, tak ada bedanya

Yang digusur dan menggusur… kita semua suatu saat akan tergusur dari belantara kehidupan ini…

Suatu saat kita akan berpulang, kembali ke hariabaan-Nya

Harta, tahta, popularitas, kuburan kita sekalipun, adalah sementara

Suatu ketika, aku pun harus siap berkata, “gusuren.”

Sompok Lama, 28 September 2016

Andi O. Santoso

#andiosville
#celotehanjiwa
#pengelanakehidupan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s