Jangan Kutuki Kegelapan, Nyalakan Sinarmu (6 Quotes tentang Hidup sebagai Terang)

15622180_10154539844755100_6727316757304864843_n

 

15697299_10154548310545100_3496143124004026246_n

 

15590154_10154542819205100_1321309978615835505_n

 

15665604_10154545472360100_1658330422214779961_n

 

15697803_10154551538010100_3981174562755312834_n

 

15697538_10154553283070100_5677798599351716257_n

 

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terangdunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” ~ Yohanes 8: 12

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka yang melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang  di sorga.” ~ Matius 5: 16

“Be the light at any costs”

@andiosville

 

Created by Andi O. Santoso. All pictures were taken from http://www.pixabay.com. Used by permission only.

Follow IG: @andiosville

Love Life Live Love!

Taman Perdamaian

taman-perdamaian

Disana
Hanya ada suka
Hanya ada tawa
Ada cinta kasih
Ada solidaritas
Ada nyanyian syukur
Ada tepo sliro
Ada gotong royong
Ada keterbukaan
Ada iman
Ada harapan
Ada kehidupan
Ada kepedulian
Ada damai sejahtera
Ada keadilan
Ada kemerdekaan
Ada kebenaran
Ada keintiman
Tak ada diskriminasi
Tak ada intimidasi
Tak ada provokasi
Tak ada kebencian
Tak ada kejahatan
Tak ada tipu muslihat
Tak ada kepicikan
Tak ada kelicikan
Tak ada konfrontasi
Tak ada pertikaian
Tak ada peperangan
Tak ada dendam
Tak ada kekacauan
Tak ada air mata
Semua adalah sama
Semua adalah saudara
Semua adalah ciptaan
Yang dicipta dan diletakan-Nya di Taman Perdamaian
di Bumi seperti di Surga
Untuk kemuliaan-Nya
Selamanya kita basodara!

 

Sompok Lama, 14 Desember 2016

@andiosville

Saat Aku Memilih Cinta

the-cross

Saat aku memilih cinta

Bukan berarti tak ada senjata lain
Bukan berarti tak ada kekuatan, kegarangan, kemampuan membela diri
Bukan berarti tak ada keinginan untuk membalas
Bukan berarti tak ada kemarahan
Bukan berarti tak ada kebencian
Bukan berarti tak ada lagi “aku”

Saat aku memilih cinta

Aku sedang melihat kepada Sang Guru

Yang walaupun memiliki segalanya, rela meninggalkannya
Yang walaupun berkuasa, rela meletakkannya
Yang walaupun berpunya, rela menjadi miskin
Yang walaupun tak bersalah, rela dipersalahkan
Yang walaupun berjuang untuk keadilan, rela dihukum
Yang walaupun dicaci maki, disiksa, disalib… bahkan mati

Ia tetap mendoakan mereka… yang tak tahu apa yang dilakukannya
Ia tetap berusaha memeluk para pembenci-Nya, para pendakwa-Nya
Ia tak membela diri, Ia tak menunjukkan kekuatan-Nya, kemarahan-Nya

Ia justru ingin memeluk mereka yang memusuhi-Nya

Namun apa daya, kedua tangan-Nya terpaku, tersalib…

Ia tak bisa memeluk…

Ya semua demi Anda dan saya… sang pendosa yang seharusnya ada disana.

Inilah teladan dan alasan aku memilih cinta

Saat aku memilih cinta, aku ingin belajar mengikuti-Nya, walau tak mudah jalan-jalan-Nya

Saat aku memilih cinta, aku dimampukan untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda

Saat aku memilih cinta, akupun belajar untuk meletakkan semuanya: diriku, milikku, ke-aku-an-ku, kesombonganku, kecongkaanku, kebencianku, kemarahanku sekali untuk selamanya

Saat aku memilih cinta, aku belajar bahwa kemenangan sejati terjadi bukan dengan unjuk diri, tapi justru dengan mengosongkan diri

Menyerahkan diri untuk berkorban dan bukan mengorbankan orang lain

Hanya cinta kasih yang bisa mengalahkan kejahatan di dunia ini

Hanya pengampunan yang bisa menghadirkan kedamaian yang sejati

Ialah Sumber Cinta Sejati, yang mencintai kita lebih dulu

Adakah alasan lain untuk tidak mencintai-Nya dan mencintai orang lain?

Sompok Lama, 14 Desember 2016

@andiosville